Rabu, 17 November 2010

Sri Mulyani Beberkan Praktik Korupsi di Indonesia

Dari posisi barunya yang prestisius sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati kembali melancarkan tusukan berikutnya kepada musuh-musuh lamanya, tanpa menyebutkan nama musuh-musuhnya itu, demikian The Jakarta Globe dalam edisi 11 November 2011.
“Korupsi jalin menjalin dengan politik, dan ada serangan kasar terhadap mereka yang memerangi korupsi,” kata Sri pada Konferensi Internasional Antikorupsi ke-14 di Bangkok, Rabu pekan lalu.
Komentar Sri Mulyani ini, demikian Jakarta Globe dalam lamannya, bersinggungan dengan komentar serupa darinya bulan Mei lalu, ketika dia menuduh kekuatan tertentu tengah membajak reformasi ekonomi di Indonesia.

Kamis, 11 November 2010

Utang Amerika Kian Menggunung

Radio Rusia dalam laporannya Selasa menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai negara dengan utang terbanyak. Utang itu katanya, semakin hari semakin menggunung. Masih menurut sumber yang sama, kondisi perekonomian di AS yang tidak menentu dan krisis yang tak berkesudahan mengisyaratkan bahwa proses kian membengkaknya utang negara super power itu bakal terus berlanjut.
Beberapa waktu lalu, Departemen Keuangan AS dalam laporannya menyatakan, sejak Barack Obama memasuki Gedung Putih dua tahun lalu, jumlah utang pemerintah bertambah 3 triliun USD. Diperkirakan, ketika Obama merampungkan masa tugasnya tahun 2012 nanti, utang AS akan ketambahan lebih dari lima triliun USD. Padahal, George W Bush selama delapan tahun masa jabatannya sebagai Presiden ‘hanya’ membebankan 4 triliun USD lebih besar pada utang AS.

Senin, 08 November 2010

Kenapa Wajib Menolak Obama?

Salah satu faktor penting dalam politik luar negeri sebuah negara adalah menentukan siapa negara musuh dan siapa negara kawan. Penentuan status musuh atau kawan sangat penting bagi keamanan negara dan juga menentukan bagaimana kebijakan yang benar terhadap negara tersebut. Tentunya adalah sangat berbahaya kalau negara yang jelas-jelas musuh kemudian dianggap negara mitra atau negara sahabat. Justru inilah yang menjadi kesalahan utama dari politik luar negeri Indonesia. Amerika Serikat yang jelas-jelas adalah negara penjajah dianggap sebagai negara mitra atau sahabat. Padahal Indonesia mengklaim diri sebagai negara yang anti penjajahan.

Sembelih Hewan Kurban, Muslim Kanada Bakal Dikenai Denda

Sejumlah umat Muslim di wilayah ibukota Kanada merasa khawatir akan didenda jika menyembelih hewan  kurban sendiri saat perayaan Idul Adha, November ini. Sebab sejak tahun 2005 di Ontario, siapa pun tidak boleh menyembelih  hewan ternaknya sendiri, kecuali pemilik rumah jagal yang berlisensi.
Menyembelih ternak sendiri dianggap sebagai perbuatan ilegal. Kasus terakhir, seorang Muslim didenda sebanyak 2.000 dolar AS karena menyembelih dan mendistribusikan domba sembelihannya. Lalu seorang laki-laki, pekan depan juga dijadwalkan untuk memenuhi panggilan pengadilan karena membunuh babi.
Abed Abufarha dulu sering pergi ke peternakan dan menyembelih dombanya sendiri untuk merayakan Idul Adha. Namun sekarang dia pergi ke rumah penyembelihan ternak di Pakenham, Ontario untuk mendapatkan daging domba. Dia mengatakan, peraturan telah mengubah tradisi keluarganya.

Senin, 01 November 2010

Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat


Mentawai (voa-islam.com) -Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.  

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.     


Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa.